* ibarat daun, disini aku hanya bisa bersabar. Hingga akhirnya aku gugur dan terhempas ke tanah
* ibarat daun yang jatuh ke tanah. Kau pun tidak peduli, acuh, hanya melewat, bahkan menginjak
* ibarat daun yang sudah usang. Kau mungkin hanya menganggapku sampah. Tapi ku berharap ada yang melihat, memungut, dan membawa pulang
* setidaknya orang yang 'mengambil' ku melihatku dari rasa estetika karena dia yakin aku 'berguna'
* daun dan bunga tentulah berbeda. Orang pasti lebih memilih bunga karena mereka "cantik" , begitupun dirimu
* Tapi tahu kah kalau daun lebih berguna, lebih membuat pohon menjadi hidup dan menentramkan manusia.
* Dariku hanya sebagai daun, mungkin kau hanya melirik. Tapi ku bersyukur, berkat daun ku, kau dan "teman-teman" mu masih dapat hidup.
* daun selalu menarik perhatian dan terlihat indah saat sedang berguguran. Tapi disitu lah titik terlemahnya
* Setidaknya daun ku hanya ingin dilihat, dan ku berharap kau menjadi "angin" yang pintar. Bukankah "bunga" pun tak dapat tumbuh tanpa ada daun?
* Begitupun dirimu, wahai "angin", yang hanya melihat dan memperhatikan ku saat sedang lemah, jatuh, terhempas, bahkan terinjak
* Tak apa "angin" , setidaknya ku pernah merasakan "sentuhanmu" yang pernah menjatuhkan ku :)
* KARENA KU HANYALAH DAUN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar